"Pada maskapai yang kredibel, ditanyakan pula apakah semalam bertengkar dengan pasangan atau orang lain. Apakah sedang ada masalah atau tekanan? Karena kondisi psikologis juga berpengaruh pada performa pilot dan awak kabin."
Lihat postingan ini di Instagram
“Bila sudah melalui pemeriksaan lebih awal (pre-flight check) dan seluruh kru menjalani pemeriksaan kesehatan, maka dinyatakan laik terbang (airworthy for flight),” terang Dudi.
Menurut Dudi, kecelakaan pesawat dapat terjadi karena banyak faktor. Namun, secara umum terdapat tiga faktor umum yang dapat menyebabkan kecelakaan pesawat, yaitu aircraft, human factor, dan environment.
“Faktor lingkungan paling tidak bisa diramalkan. Tapi maskapai penerbangan bisa menyiapkan dengan baik pesawatnya dan kru kabinnya. Jadi selain pesawatnya harus dalam kondisi laik terbang, keselamatan penerbangan juga bergantung pada kondisi pilot dan kopilot, termasuk kru lain seperti pramugari dan pengendali lalu lintas udara (air traffic controller).”
Kata Dudi, sebetulnya standar peraturan kesehatan yang harus dilakukan secara rutin oleh setiap maskapai penerbangan di Indonesia sangat bagus.
Salah satunya adalah pilot harus menjalanis tes medis terlebih dahulu sebelum mendapatkan izin terbang. Izin terbang tersebut dikeluarkan dalam jangka enam bulan, satu tahun, hingga dua tahun, tergantung pada aturan yang berlaku.
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Masker Daun Kelor Bikin Wajah Jauh Lebih Muda
Baca Juga: 6 Gejala Perlu Diwaspadai Saat Haid, Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
Sebelumnya, pada saat seleksi, kata Dudi, pilot dan kru kabin yang terpilih sejatinya adalah orang-orang yang sudah siap secara fisik dan mental.
Source | : | Wawancara |
Penulis | : | Soesanti Harini Hartono |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
Komentar