GridHEALTH.id - Para peneliti dari Universitas Bordeaux di Prancis mempelajari 7.313 lansiaa yang dipilih dari daftar pemilih di tiga kota besar Prancis antara 2012 hingga 2018.
Tak satu pun dari peserta memiliki riwayat penyakit jantung, stroke, atau demensia pada awal penelitian.
Para peneliti melakukan wawancara tatap muka dengan para peserta ketika penelitian dimulai dan memeriksa mereka lagi tiga kali - dua tahun, empat tahun dan tujuh tahun setelah wawancara awal mereka.
Selain itu, para peneliti menguji status kesehatan mental, gula darah, dan kadar kolesterol para peserta dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat medis dan obat-obatan.
Selain itu, para peneliti menentukan apakah peserta memiliki gejala depresi atau tidak.
Baca Juga: Jangan Terlena, Diabetes Bisa Muncul di Usia Lanjut, Ini Gejalanya
Baca Juga: Melengkapi Nutrisi Si Kecil dengan Camilan yang Melatih Fungsi Motorik
Pada awal penelitian, hampir 30% wanita dan 1% pria memiliki gejala depresi tingkat tinggi.
Selama semua kunjungan studi, kurang dari 10% peserta menggunakan obat untuk depresi.
Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa, 65 tahun dan lebih tua, yang memiliki gejala depresi tingkat tinggi pada satu, dua, tiga, atau empat kali selama penelitian, masing-masing memiliki risiko 15%, 32%, 52%, dan 75% lebih besar karena mengalami penyakit jantung atau kejadian stroke selama penelitian.
Baca Juga: Tea Tree Oil Bisa Jadi Pilihan Alami Atasi Penyakit Infeksi Telinga
Studi ini diterbitkan dalam Journal of American Geriatrics Society. (*)
#berantasstunting #hadapicorona #bijakGGL
Source | : | Journal of American Geriatrics Society |
Penulis | : | Soesanti Harini Hartono |
Editor | : | Soesanti Harini Hartono |
Komentar