GridHEALTH.id - Awal bulan Oktober 2021 ini, viral berita ditemukannya obat oral Covid-19.
Hal ini tentunya menjadi harapan baru bagi penduduk bumi yang dua tahun belakangan ini berada dalam kungkungan pandemi Covid-19.
Menurut Reuters pada artikel yang ditulis oleh Deena Beasley and Carl O'donnell (2/10/2021), disebutkan pil antivirus eksperimental yang dikembangkan oleh Merck & Co (MRK.N) tersebut, dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular COVID-19 parah.
Disebutkan juga, jika mendapat otorisasi, pil molnupiravir tersebut, yang dirancang untuk memasukkan kesalahan ke dalam kode genetik virus, akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk COVID-19.
Dalam penelitian molnupiravir Merck dan mitra Ridgeback Biotherapeutics mengatakan, mereka berencana untuk mencari otorisasi penggunaan darurat AS untuk pil sesegera mungkin dan untuk membuat aplikasi peraturan di seluruh dunia.
“Antivirus oral yang dapat memengaruhi risiko rawat inap hingga tingkat seperti itu akan mengubah permainan,” kata Amesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, dikutip dari Reuters (2/10/2021).
Baca Juga: Depresi Selama Kehamilan Meningkatkan Risiko Diabetes Gestasional
Source | : | Reuters - molnupiravir,Sciencemediacentre - molnupiravir,NCBI - molnupiravir,Kominfo - molnupiravir |
Penulis | : | Gazali Solahuddin |
Editor | : | Gazali Solahuddin |
Komentar