GridHEALTH.id - Menggigit kuku sering dilakukan oleh banyak orang, tak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa.
Dalam studi yang diterbitkan di American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics (AJODO), kebiasaan menggigit kuku bisa menjadi tanda dari ketidakseimbangan emosional.
Baca Juga: Punya Penyakit Jantung, 6 Makanan Ini Bisa Menurunkan Risiko
Gigit kuku bagi sebagian orang hanya dilakukan sesekali dan jarang diulangi.
Namun bagi yang lainnya, menggigit kuku atau disebut onikofagia, merupakan tanda dari ketakutan atau letih yang sedang dirasakan.
Menggigit kuku merupakan kebiasaan yang mirip dengan mengigit ujung pensil, mengigit atau menarik kulit mati di bibir, atau merokok.
Akibat Kebiasaan Menggigit Kuku
Terlalu sering menggigit kuku dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi tubuh, seperti infeksi bakteri karena area kuku yang terbuka, peradangan, dan kuku yang tumbuh ke dalam atau cantengan, dilansir dari Prevention.com, Rabu (1/12/2021).
Selain itu, kebiasaan buruk ini juga bisa menyebabkan seseorang sakit karena mikroorganisme yang ada di kuku masuk ke mulut, kutil di wajah, hingga menyebabkan gigi berlubang.
Baca Juga: Hari Guru, Sosok Berkontribusi Pada Kualitas Pendidikan Anak
Source | : | prevention.com,American Academy of Dermatology,Cleveland Clinic |
Penulis | : | Nurul Faradila |
Editor | : | Gazali Solahuddin |
Komentar