GridHEALTH.id – Selain menggunakan pengobatan medis konvensial, saat ini berkembang metode pengobatan lainnya, seperti pengobatan chiropractic.
Pengobatan chiropractic disebut-sebut dapat membantu mengobati penyakit yang sulit diobati dengan pengobatan medis, sehingga sering menjadi pengobatan pendamping.
Di berbagai dunia, chiropractic sudah banyak digunakan sebagai gabungan dalam pengobatan medis, lalu bagaimana sebenarnya manfaat pengobatan chiropractic ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Chiropractic adalah ilmu pengobatan yang fokus merawat tulang belakang dengan menggunakan tangan untuk memeriksa dan merawat kondisi kesehatan yang berkaitan dengan tulang, otot, dan persendian (masalah musculoskeletal).
Masalah pada sendi dan otot ini dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk pekerjaan, kecelakaan, cedera olahraga, trauma pada kepala dan tubuh, pekerjaan rumah tangga, bahkan tekanan hidup sehari-hari.
Baca Juga: PPKM Dihentikan, Ini Tugas Satgas Covid-19 Saat Ini, Early Warning System Pandemi di Kemenkes
Selain mengobati penyakit pada bagian tulang, sendi, dan otot, chiropractic juga bisa menjadi langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan tulang belakang dan fungsi sendi.
Di Indonesia, penerapan chiropractic ini termasuk dalam pengobatan komplementer alternatif dan tercantum dalam Permenkes No 15 Tahun 2018, mengenai penyelenggaraan pengobatan tradisional komplementer.
Ada beragam metode yang bisa dilakukan oleh chiropractor yang bergantung pada permasalahan setiap pasien.
Beberapa bentuk pengobatan chiropractic yang umum dikerjakan adalah manipulasi tulang belakang atau penyesuaian tulang belakang, di mana chiropractor akan menggunakan tangan untuk memberikan kekuatan terkontrol pada sendi tulang belakang.
Selain itu, ada juga teknik lainnya, mulai dari peregangan, mobilisasi sendi, hingga berkaitan dengan saran gaya hidup, perawatan sendi lainnya, terapi fisiologis, dan lain-lain.
Baca Juga: Niat Hati Datangi Chiropractor untuk Sembuh, Setelah dikrtek Kretek Malah Stroke
Chiropractor yang baik akan menyarankan untuk dirujuk pada penyedia layanan kesehatan yang sesuai, jika hasil pemeriksaan dinilai tidak sesuai menggunakan pengobatan chiropractic.
Chiropractor dilatih untuk merekomendasikan latihan untuk merawat dan merehabilitasi kondisi kesehatan yang berkaitan dengan tulang, otot, dan persendian.
Selain itu, chiropractic juga bisa memberikan saran nutrisi, pola makan, dan gaya hidup kepada pasien.
Terdapat beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa chiropractic berpengaruh pada perbaikan nyeri pada leher, masalah yang berpusat pada bahu dan leher, juga cedera akibat olahraga.
Kondisi yang paling umum diobati oleh chiropractor adalah kasus yang terkait dengan sakit punggung, leher, kepala, ketegangan otot, keseleo, cedera berlebih, radang sendi, hingga gerakan terbatas di punggung, bahu, leher, atau anggota badan lainnya.
Baca Juga: Pelipis Judika Mendapatkan 6 Jahitan di Rumah Sakit, Beberapa Komplikasi ini Bisa Dialaminya
Selain melihat manfaatnya, ada juga beberapa efek samping yang mungkin terjadi selama melakukan pengobatan chiropractic, antara lain:
- Retak akut pada tulang
- Tumor sumsum tulang belakang
- Dislokasi
- Penyakit berbahaya di tulang belakang
- Infeksi akut seperti osteomyelitis, disitis septik, TBC tulang belakang.
Oleh karena itu, penting sebelum memutuskan untuk menggunakan pengobatan chiropractic, maka sebaiknya bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis tulang, apakah kondisinya memang bisa menggunakan pengobatan ini. (*)
Baca Juga: Bahaya Kretek-kretek, yang Asli dan Abal-abal Sama Bahayanya
Source | : | Better Health,Ners.unair.ac.id |
Penulis | : | Vanessa Nathania |
Editor | : | Gazali Solahuddin |
Komentar