Find Us On Social Media :

Rindu Bisa Membuat Seseorang Sakit Demam, Rey Utami Mengalaminya Saat Ini

Pablo Benua dan Rey Utami tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020). Rey mengaku sakit, demam sejak dua hari lalu.

GridHEALTH.id - Rindu ternyata tidak hanya bisa membuat seseorang merasa kanget ingin bertemu.

Tapi rindu pun nyatanya bisa membuat seseorang sakit secara fisik, demam.

Baca Juga: Obat Demam, Ini Aturan Pakai Obat Parasetamol, Ibuprofen dan Aspirin

Sakit secara fisik di sini dalam artian sakit sama seperti seseorang terkena infeksi, demam.

Hal ini terjadi pada Reu Utami. Terdakwa kasus 'ikan asin'.

Melansir Grid.id yang mewawancarai Rey Utami saat dipersidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020).

Baca Juga: Mulan Jameela Sampai Tersipu Malu, Ahmad Dhani Blak-blakan Rindu Urusan Ranjang

Menurut Rey Utami dirinya sudah tujuh bulan tak bertemu secara fisik dengan anaknya yang masih bayi.

Karenanya dirinya rindu sekali. Sampai-sampai karena menahan rindu yang tak terobati dengan bertemu anaknya, Rey Utami jatuh sakit. Dirinya sampai demam.

"Iya. Bayangin aja udah 7 bulan nggak ketemu anak," ungkap Rey Utami saat ditanya penyebab sakitnya.

Baca Juga: Alami Demam dan Muntah Usai Manggung di China, Penyanyi Cantik ini Diduga Terinfeksi Virus Corona

Rey Utami mengaku kepada Grid.id jika dirinya sudah jatuh sakit, demam, sejak dua hari lalu.

"Sudah dua hari aku demam, menggigil," ucapnya lagi.

Tapi sudah demam dan sampai menggigil seperti itu Rey Utami, belum juga diperiksa oleh dokter.

Baca Juga: Awalnya Pusing dan Demam, Pihak Keluarga Ungkap Kebiasaan Buruk Ekki Soekarno hingga Terbangun dari Koma 2 Hari

Baca Juga: 2 Penonton Bioskop Alami Keracunan, di Rumah Sakit Ketahuan Penyebabnya, Minuman tercampur Cairan Pembersih

Karenanya reu Utami usai sidang, saat itu, akan minta ijin untuk bisa memeriksakan diri ke dokter.

"Belum (periksa ke dokter). Makanya mau minta izin nanti," pungkasnya.

Mengenai demam, satu hal yang haryus kita ketahui, juga oleh Rey Utami, temperatur tubuh rata-rata manusia adalah sekitar 37° C.

Nah, temperatur suhu tubuh yang sempurna adalah yang bisa naik maupun turun dari sekitaran temperatur rata-rata itu, bukan hanya terus-menerus di titik temperatur yang sama.

Baca Juga: Kena Serangan Jantung, Sule Sudah Lama Tahu Mantan Istri Sakit, Sarankan Anak-anaknya Jenguk Lina: Rindu Kumpul Bareng Mamah!

Jadi sekiranya naik sedikit, jangan langsung dianggap demam, meskipun dibarengi rasa menggigil, meriang, gemetar dan gerah, itu biasa kita alami saat sedang demam.

Banyak faktor penyebab berubahnya temperatur tubuh seseorang. 

Beberapa di antaranya termasuk usia seseorang, kapan temperatur tubuh tersebut diukur serta tingkat aktivitas pada saat temperaturnya diukur.

Dikutip dari netdoctor.co.uk, orang yang lebih muda rata-rata memiliki temperatur tubuh lebih panas.

Baca Juga: Bela Nikita Mirzani, Hotman Paris Pernah Melakukan Kekerasan Fisik Kepada Meriam Bellina di Rumah tempat Mereka Memadu Kasih

Sedangkan orang yang lebih tua memiliki rata-rata temperatur tubuh lebih dingin.

Itu karena makin tua seseorang itu kurang seaktif orang yang masih muda. 

Coba bandingkan, anak kecil lebih mudah panas daripada orang lanjut usia.

Baca Juga: 7 Kelebihan Kulit Pisang, Salah Satunya untuk Menurunkan Kolesterol juga Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Baca Juga: 7 Kelebihan Kulit Pisang, Salah Satunya untuk Menurunkan Kolesterol juga Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Standard medis mengatakan bahwa seseorang dianggap demam jika temperatur tubuhnya menunjukkan di atas 38°C.

Namun untuk orang yang sangat tua atau bayi yang masih sangat kecil, parameternya dikatakan demam adalah di atas 36° atau 37°C.

Beberapa dokter menggunakan istilah "demam" hanya untuk kenaikan temperatur tubuh yang disebabkan oleh infeksi dan iritasi/peradangan.

Sedangkan beberapa dokter lain mengartikan demam bila ada keadaan temperatur tubuh seseorang yang naik melebihi 38°C karena sebab apapun.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Tak Perlu Buru-buru Dimandikan, Ini Alasannya

Istilah medis yang lebih ilmiah untuk demam adalah "hyperthermia", tapi jarang sekali digunakan sehingga mulai terlupakan.

Asal tahu saja, demam itu ternyata adalah bentuk pertanda baik bahwa sistem metabolisme kita masih berfungsi, asal masih dalam temperatur yang terkontrol.

Mengapa dibilang demam itu pertanda baik? Sistem imun akan menghasilkan senyawa penyebab demam, yang bernama pyrogen, ketika terjadi sebuah infeksi virus atau bakteri.

Demam tersebut bisa membantu untuk membunuh mikro-organisme yang mengganggu. Kondisi ini dianggap sebagai bagian penting dari pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Baca Juga: Flu pada Pria Jangan Dianggap Remeh, Studi: Angka Kematian Pria Akibat Virus Influenza Lebih Tinggi

Baca Juga: Obat Demam, Ini Aturan Pakai Obat Parasetamol, Ibuprofen dan Aspirin

Adapaun penahanan Rey Utami ini sejak Jumat (12/7/2019). Atas laporan dari Fairuz A Rafiq pada 1 Juli 2019.

Laporan Fairuz tercatat dalam nomor LP/3914/7/2019/PMJ/DIT.RESKRIMSUS pada Senin 1 Juli 2019.(*)

#berantasstunting