Sementara 15% pasangan tidak beruntung mendapatkan kehamilan yang kita kenal dengan infertilitas atau gangguan kesuburan.
Data yang ada sejauh ini membuktikan bahwa sperma sanggup bertahan dalam saluran reproduksi selama 3 hari.
Baca Juga: Aritmia, Gangguan Irama Jantung yang Jarang Disadari Gejalanya, Padahal Bisa Berujung Maut
Oleh karena itu kita dianjukan untuk berhubungan seksual secara teratur setiap 2 sampai 3 hari sekali agar kemungkinan kehamilan semakin besar.
Apa yang terjadi bila sperma dilepaskan di luar tubuh? Hanya dalam hitungan menit sperma akan mati dan tidak memiliki kekuatan untuk bergerak dan harus diingat bahwa sperma membutuhkan faktor pertolongan yang sangat banyak untuk mencapai sel telur.
Baca Juga: Uban Muncul di Usia Muda, Waspadai Kemungkinan Penyakit Ini
Inilah bagian dari kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah membuat skenario demikian indah bahwa hanya sperma terbaik, sel telur yang sehat didukung lingkungan yang baik (organ reproduksi sehat), dapat menyebabkan kehamilan demi terciptanya mahluk hidup yang mulia sebagai pemimpin di muka bumi ini." (*)
Disarikan dari tulisan Prof.Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH yang dikirimkan kepada GridHEALTH.id; "Bagaimana Sperma Membuahi Sel Telur. Catatan Sebuah Perjalanan Panjang yang Indah."
Guru Besar Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RS Dr. Cipto Mangunkusumo. Ketua Komisi 2 Senat Akademik Universitas Indonesia. Wakil Direktur IMERI FKUI. Praktisi Wiicare Indonesia.
#berantasstunting