Find Us On Social Media :

Cara Membuat Masakan Lebaran yang Bersantan Tidak Cepat Basi dan Sehat

Menu labaran hari kedua, serba dingahatkan. Besok dan lusa bisa basi.

 

GridHEALTH.id - Lebaran kedua seperti saat ini kita akan menemukan menu lebaran sisa kemarin yang biasanya masih banyak.

Saat ini memanmg belum ada masalah dari makanan lebaran yang umumnya bersantan itu.

Baca Juga: Dokter: 'Skinny Jeans Bisa Membuat Wanita Jadi Korban Fashion'

Tapi besok dan lusa, makanan bersantan tersebut bisa saja menjadi basi dan tidak sehat.

Nah, supaya masakan bersantan tidak cepat basi dan sehat, sebenarnya ada caranya.

Cara inilah yang banyak dilakukan restoran padang ternama.

“Mengapa masakan padang yang ditaruh di suhu ruangan tidak basi? Padahal sangat mengandung santan. Itu karena di dalamnya ada lebih dari 16 rempah dan herbs yang bersifat antimikroorganisme,” papar Ervina, Msc., dari Indonesia International Institute for Life Sciences, saat talkshow “Nutrition and Problem in the Modern Diet” yang digelar oleh Istituto Italiano di Cultura, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nah, rempah-rempah itu menurut Ervina tidak tidak hanya berfungsi sebagai pemberi aroma, tapi juga berguna sebagai pengawet, dan dapat bertindak sebagai antioksidan.

Baca Juga: Saran Dokter, Aturan Olahraga Aman untuk Penyandang Hipertensi

Karenanya mengapa makanan padang walau bersantang antioksidannya baik, dan sehat.

Antioksidan di masakan padang di dapat dari dari bawang putih, jahe, jinten, cabai, daun serai, dan lain sebagainya.

Hal ini sesuai dengan penelitian dari Texas A&M University dan Universitas Udayana dalam makalah “Senyawa Aroma dan Citarasa (Aroma and Flavor Compounds)” untuk USAID Tropical Plant Curriculum Project.

Rempah-rempah dan herbal memang sering digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan citarasa makanan dan memperbaiki warna makanan.

Penting juga diketahui, rempah-rempah pelengkap bumbu utama mengandung bahan aktif antibakteri, sehingga dapat digunakan sebagai pengawet.

Baca Juga: Dibalik Berita Kehamilan Aurel Hermansyah, Dokter Kanduangan; Rahim Istri Atta Halilintar Alami Penebalan

Hampir semua herbal dan rempah punya bahan aktif yang berfungsi sebagai antimikrobia.

Bawang putih, mustard, cengkeh, dan jahe, sudah terbukti dapat menghambat bakteri di dalam sistem makanan yang disimulasikan.

Baca Juga: Sering Cuci Tangan dengan Sabun Membuat Kulit Kering dan Pecah-pecah?

Rempah lain yang umum digunakan untuk pengawetan makanan antara lain jinten, kayu manis, ketumbar, kunir, mint, bawang, oregano, merica/lada, rosemary, sage, dan daun timi.

Senyawa di dalam rempah-rempah tersebut dapat menghambat mikroba pathogen maupun bakteri pembusuk.

Namun, kemampuan bahan aktif untuk menghambat pertumbuhan mikroba tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya jenis senyawa dan konsentrasinya.

Makin tinggi konsentrasinya, kemampuan antimikrobianya juga makin tinggi.

Baca Juga: Manfaat Yoga Mulai dari Hilangkan Stres Hingga Turunkan Berat Badan

Sedangkan ekstrak rempah-rempah yang digunakan untuk meningkatkan citarasa masakan biasanya hanya pada konsentrasi yang rendah.

Jika konsentrasinya ditingkatkan untuk digunakan sebagai pengawet, rasanya tentu akan terlalu tajam.

Selain itu, proses mengolah masakan padang asli itu cukup lama. bisa 2-3 jam.

Hal ini pun bisa membuat makanan awet, tidak cepat basi dan sehat.(*)

Baca Juga: Minuman Manis Membunuh 184.000 Orang Setiap Tahun, Studi Terbaru

#berantasstunting

#HadapiCorona

#BijakGGL

 

Artikel ini telah publish di SajianSedap.com, dengan judul; Jadi Rahasia Restoran Padang, Ternyata Ini Cara Supaya Masakan Bersantan Tidak Mudah Basi Walau Diaduk Terus Seharian