Find Us On Social Media :

Apa Itu Diabetes? Penyakit Membuat Sapri Pantun Menderita Penyakit Berat Lainnya

Kaki Sapri Pantun yang sudah membiru saat di rawat di rumah sakit, akibat diabetes.

GridHEALTH.id - Sapri Pantung kini tinggal kenangan.

Bang Sapri yang jago pantun dan senjata lawaknnya adalah pantun, sudah meninggal dunia pada Senin (10/5/201) di ICU rumah sakit di Ciputat, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Jenis Jerawat Berdasarkan Kemunculannya di Wajah, Cara Mengatasinya Berbeda

Adapun penyebab Sapri Pantun masuk rumah sakit mendadak karena linglung, susah diajak komunikasi.

Nah, setelah di rumah sakit baru diketahui gula darahnya sangat tinggi mencapai 1.143 mg/dL.

Kondisi Bang Sapri Pantung dengan kadar gula dalam darah 1.143mg/dL ini adalah gulah darah tidak terkontrol pada pederita diabetes.

Bagi mereka yang belum mengetahui, tentu aakan bertanya apa itu diabetes? Bisa menyebabkan kematiannkah?

Untuk diketahui, diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi dapat membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik.

Sedangkan insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas, yang bertindak seperti kunci untuk membiarkan glukosa dari makanan yang kita makan mengalir dari aliran darah ke sel-sel di tubuh untuk menghasilkan energi.

Baca Juga: Infeksi Saat Kehamilan Ini Dapat Mempengaruhi Kesehatan Bayi

Semua makanan berkarbohidrat dipecah menjadi glukosa di dalam darah. Disinilah kerja insulin, membantu glukosa masuk ke dalam sel.

Nah. jika seseorang tubuhnya tidak dapat memproduksi insulin atau menggunakannya secara efektif, maka bisa menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (dikenal sebagai hiperglikemia).

Dalam jangka panjang, kadar glukosa tinggi dikaitkan dengan kerusakan tubuh dan kegagalan berbagai organ dan jaringan.

Nah hal ini pun dialami oleh Bang Sapri Pantun.

Karena gula darahnya saat tinggi, jadi ada masalah di pembuluh darah di kaki.

Baca Juga: Penyebab Sulit Tidur, Bisa Dikarenakan 5 Hal Sepele Berikut Ini

Kasus itulah yang membuatnya usai operasi pembuluh darah di kakai masuk ICU, dan meninggal dunia.

Penting juga diketahui, melansir dari International Diabetes Federation, dalam artikel dengan judul 'What is diabetes' (26/3/2020), disebutkan jenis diabetes ada tiga tipe utama diabetes.

Diabetes tipe 1 (DM tipe 1)

Diabetes ini bisa terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja.

Baca Juga: Cermati Cara Olah Santan Yang Baik Agar Bisa Makan Sehat Saat Lebaran

Ketika seseorang menderita diabetes tipe 1, tubuh menghasilkan sangat sedikit atau tidak sama sekali insulin, yang berarti yang bersangkutan memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kadar glukosa darah terkendali.

Diabetes tipe 2

Diabetes satu ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, menyumbang sekitar 90% dari semua kasus diabetes.

Ketika seseorang menderita diabetes tipe 2, tubuh tidak memanfaatkan insulin yang dihasilkannya dengan baik.

Landasan pengobatan diabetes tipe 2 adalah gaya hidup sehat, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan pola makan sehat.

Baca Juga: Fakta Nasi dan Diabetes, Pelajaran Berharga dari Almarhum Sapri Pantun, Gulah Darahnya Sampai 1143mg/dL

Namun, seiring waktu, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 akan membutuhkan obat oral dan atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah mereka terkendali.

Gestational diabetes mellitus (GDM)

Diabetes satu ini adalah jenis diabetes yang terdiri dari glukosa darah tinggi selama kehamilan dan dikaitkan dengan komplikasi pada ibu dan anak.

Baca Juga: Penyakit Infeksi Menular HPV Berisiko Munculkan Gangguan Jantung

GDM biasanya menghilang setelah kehamilan tetapi wanita yang terkena dan anak-anak mereka berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Diabetes gestasional dikaitkan dengan beberapa hasil kehamilan yang merugikan.

Ibu dengan diabetes gestasional berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2, terutama tiga hingga enam tahun setelah melahirkan.

Paparan hiperglikemia dalam rahim pun membuat anak berisiko tinggi menjadi kelebihan berat badan atau obesitas, terkait dengan perkembangan diabetes tipe 2.

Asal tahu saja, gestational diabetes mellitus (GDM) adalah ancaman yang parah dan terabaikan terhadap kesehatan ibu dan anak.

Banyak perempuan dengan GDM mengalami komplikasi terkait kehamilan, termasuk tekanan darah tinggi, bayi berat lahir besar dan persalinan yang terhambat.

Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi, Mengenal Hipertensi Labil dan Gejalanya

Sekitar setengah dari wanita dengan riwayat GDM terus mengembangkan diabetes tipe 2 dalam lima sampai sepuluh tahun setelah melahirkan.

Prevalensi glukosa darah tinggi (hiperglikemia) pada kehamilan meningkat pesat seiring bertambahnya usia dan tertinggi pada wanita di atas usia 45 tahun.

Baca Juga: 7 Gejala Diabetes pada Anak dan Penyebabnya, Serta Pencegahannya

Pada 20191, diperkirakan ada 223 juta perempuan  (20-79 tahun) yang hidup dengan diabetes.

Jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 343 juta pada tahun 2045.

20 juta atau 16% kelahiran hidup mengalami hiperglikemia dalam kehamilan. Diperkirakan 84% disebabkan diabetes gestasional.

Sebagian besar kasus hiperglikemia pada kehamilan terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana akses ke perawatan ibu seringkali terbatas.(*)

Baca Juga: Kehamilan Paula Verhoeven, Tetap Aman Tak Tertular Walau Kiano Terinfeksi Virus Flu Singapura