Find Us On Social Media :

Banyak yang Tidak Sadar, Selama Ini Salah Mengonsumsi Telur, Enzimnya Hilang Manfaat Telur Melayang

Salah cara mengonsumsi telur, aneka manfaat telur yang dibtuhkan tubuh melayang, tersisa hanya enak.

GridHEALTH.id - Telur adalah sumber gizi murah meriah dan mudah dijadikan aneka hidangan yang lezat.

Karenanya telur sangat disukai oleh banyak orang, tak terkecuali anak-anak.

Menurut eggs.ca dalam artikel 'Egg Nutrition', telur adalah cara cepat, mudah dan enak untuk membantu memenuhi kebutuhan protein kita.

Baca Juga: DKI Jakarta Capai 0 Kasus Kematian Covid-19, Gubernur Anies Baswedan Bersyukur dan Ingatkan Hal Ini

Bagaimana tidak, dua telur besar mengandung 13 gram protein, lo.

Protein penting untuk membangun dan memelihara otot, melawan infeksi, serta menumbuhkan rambut dan kuku yang kuat.

Tak hanya itu, protein pada makanan dan camilan juga membantu kita untuk merasa kenyang sepanjang hari.

Bahkan telur adalah salah satu sumber protein lengkap berkualitas tinggi, karena telur mengandung sembilan asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

'Esensial' berarti tubuh tidak dapat memproduksi asam amino ini sendiri, itulah sebabnya kita perlu memasukkannya ke dalam makanan kita.

Baca Juga: Mengobati dan Mencegah Rubella, Penyakit Infeksi Menular Akibat Virus

Asam amino dianggap sebagai bahan penyusun tubuh karena membantu membentuk protein.

Tapi tahukah ternyata untuk mendapatkan aneka manfaat telur di atas, kita sering kali sarah kaprah dalam menyajikannya sebagai makanan.

Melansir kanal YouTube Mecca Utsmany (5/32020), dr. Zaidul Akbar menjelaskan hal tersebut.

Menurut dr. Zaidul Akbar yang dikenal aktif menyuarakan cara sehat ala Rasulullah ini, mengatakan cara mengonsumsi telur akan mempengaruhi enzim dan nutrisi yang ada di dalam telur itu sendiri.

Jika sampai enzim pada telur berkurang, bisa menimbulkan beberapa gangguan dalam tubuh.

"Orang orang yang makan makanan minus atau miskin enzim dan nutrisi, tubuhnya akan minta istirahat, apa tandanya? sering ngantuk," kata dr. Zaidul Akbar.

Baca Juga: Healthy Move, Hanya 45 Menit Berjalan Kaki Per Minggu Dapat Mengurangi Radang Sendi Pada Orang Dewasa

Makanan yang kurang enzim menurut Zaidul Akbar adalah makanan yang banyak mengalami pengolahan seperti dipanaskan seperti kuah bersantan dan gorengan.

Ia menjelaskan bahwa orang dulu pun makan makanan bersantan dan goreng-gorengan.

Namun mereka banyak melakukan aktivitas, sehingga kalorinya terbuang.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Klaster PON XX Papua 2021 Bertambah, Kota Jayapura Terbanyak

Bagaimana dengan orang-orang di zaman modern sekarang ini?

Kebanyakan orang sekarang melakukan aktivitas serba instan dan praktis. Sehingga membuat orang malas bergerak.

Penyajian Telur

Kembali ke pengolahan telur, "Telur kalo diceplok, dipanaskan dengan minyak, setau saya juga bakal rusak," ungkap dr. Zaidul Akbar.

Jadi menurut Zaidul Akbar, lebih bagusnya tidak dipanaskan alias dimakan mentah apabila tidak ingin nutrisinya hilang.

"Kalau memungkinkan, bisa juga telur setengah matang," tambahnya.

Dokter Zaidul Akbar berbagi pengalaman tentang temannya yang suka makan makanan bersantan, gorengan dan makanan berlemak lainnya.

Baca Juga: Efikasi Vaksin Zifivax Pada Varian Delta Capai 77,47 Persen, BPOM Beri Izin

Hal itu ia lakukan selama 2 minggu tanpa mengimbangi dengan asupan buah dan sayur. Walhasil  teman Zaidul Akbar itu menderita stroke.

Bahkan, Zaidul Akbar pun mengaku bahwa dirinya bukan anti makanan tersebut. Ia tetap memakan makanan bersantan namun jarang sekali.

"Perbaiki perutnya, sayangi badan kita, caranya dengan apa? Mulai berkenalan dengan buah, sayur dan rempah-rempah)," pungkasnya.

Konsumsi Telur Mentah dan Setengah Matang

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) tidak menganjurkan agar orang makan telur mentah yang tidak dipasteurisasi.

Baca Juga: Awas Risiko Resistensi Antimikroba, Jangan Minum Antibiotik Tanpa Sepengetahuan Dokter

Namun kita bisa tetap makan telur yang dipasteurisasi dengan cangkang tanpa memasaknya.Beberapa orang lebih suka mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.Namun, FDA memperkirakan bahwa sekitar 79.000 orang mengembangkan penyakit bawaan makanan, dan 30 orang meninggal setiap tahun karena makan telur yang terkontaminasi Salmonella.Melansir dari cdc.gov dalam artikel 'Salmonella and Eggs', di dalam telur yang tampak normal dapat mengandung kuman yang disebut Salmonella.Nah, kuman ini yang dapat membuat kita sakit, terutama jika makan telur mentah atau setengah matang.

Baca Juga: Qory Sandioriva Mantan Putri Indonesia 2009, Remisi Autoimmune Terpapar Covi-19Orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti penderita HIV / AIDS, diabetes, atau transplantasi organ, mungkin terkena penyakit yang lebih serius yang bahkan dapat mengancam nyawa, jika smapai terinfeksi salmonella.Dalam kebanyakan kasus, akibat infeksi Salmonella, masa inkubasinya 4–7 hari setelah makan makanan yang terkontaminasi. Gejalanya meliputi:- Diare- Muntah- Demam- Kram perutGejala biasanya muncul 6 jam hingga 6 hari setelah makan makanan yang terkontaminasi.Beberapa orang bisa mengalami diare berkali-kali sehari selama beberapa hari.(*)

Baca Juga: Aplikasi PeduliLindungi Tidak Mendata Relawan Vaksin Nusantara