Find Us On Social Media :

Kondisi Prediabetes Bisa Menjadi Diabetes Bila Tidak Ditangani Dengan Cepat dan Tepat

Prediabetes dapat berubah menjadi diabetes tipe 2 bila gaya hidup tidak diubah dan ditangani dengan benar.

GridHEALTH.id - Prediabetes adalah suatu kondisi dimana terjadi kenaikan kadar gula darah lebih dari nilai normal, tapi nilainya belum cukup tinggi untuk dikatakan sebagai diabetes.

Prediabetes juga dikenal sebagai ‘daerah abu-abu’ antara nilai gula darah normal dan diabetes. Prediabetes bila tidak ditangani dengan tepat akan berkembang menjadi diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Sesuai namanya, prediabetes merupakan tahapan yang dilalui sebelum fase diabetes. Kadar gula darah seseorang pada tahap ini berkisar antara 100 mg/dL hingga 125 mg/dL (dengan cek gula darah puasa).

Prediabetes bisa sembuh, berbeda dengan diabetes yang hingga saat ini dinyatakan belum dapat disembuhkan. 

Fase prediabetes dipicu antara lain oleh pola makan sehari-hari yang tinggi gula, tinggi kalori, tinggi lemak, dan kurang serat. Jarang bergerak dan berolahraga juga menjadi faktor penyebab tambahan.

Dikutip dari Klinik Diabetes Nusantara, prediabetes sering tidak bergejala, tetapi kadang-kadang memiliki gejala yang sama seperti gejala diabetes.

Baca Juga: Makan Malam Lebih Awal Bantu Bakar Lemak dan Turunkan Gula Darah

Baca Juga: Banyak Minum Bisa Merusak Ginjal? Simak Faktanya dari Ahli Kesehatan

 

Seseorang di fase prediabetes mulai mengalami resistensi insulin, sehingga kadar gula dalam aliran darah meningkat. Insulin adalah hormon yang membantu metabolisme gula.

Mereka yang berisiko menderita prediabetes adalah;

- Usia di atas 45 tahun

- Berat badan berlebihan, terutama lingkar perut >94 cm untuk pria dan >80 cm bagi wanita.

- Kurang beraktivitas fisik

- Abnormalitas lemak, kadar trigliserida tinggi, dan HBL rendah dan/atau kadar kolesterol yang tinggi

- Tekanan darah tinggi / hipertensi

- Riwayat keluarga ada yang memiliki penyakit diabetes dan jantung

- Beberapa ras tertentu seperti dari kepulauan pasifik, Asia, sampai Sub-Kontinen India

 

Untuk menegakkan diagnosis prediabates perlu dilakukan tes glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral.

Baca Juga: 5 Tanda Tubuh Terserang Multiple Sclerosis, Penyakit Autoimun yang Patut Diwaspadai 

Baca Juga: Jantung Berdetak Lebih Cepat? Lakukan 3 Cara Agar Jantung Lebih Sehat

 

Dikatakan diabetes bila nilai gula darah puasa lebih dari atau sama dengan 124 mg/dl dan gula darah sewaktu lebih atau sama dengan 200 mg/dl yang diperiksa sebanyak dua kali pada waktu yang berbeda disertai dengan gejala khas diabetes.

Bila pada pemeriksaan gula darah puasa didapatkan hasil antara 100-125 mg/dl dan hasil tes toleransi glukosa oral normal, dikatakan kondisi gula darah puasa terganggu, biasanya menunjukkan suatu bentuk awal dari resistensi insulin.

Tetapi bila pada pemeriksaan tes toleransi glukosa oral didapatkan hasil antara 140-199 mg/dl, keadaan ini disebut sebagai gangguan toleransi glukosa.  Kedua gangguan inilah yang disebut kondisi prediabetes.

Kalau tidak diantisipasi, fase prediabetes bisa menjadi diabetes yang sangat rawan komplikasi berbagai penyakit berbahaya.

Kondisi ini masih dapat diatasi dengan memperbaiki gaya hidup. Jika dilakukan intervensi, risiko diabetes bisa ditunda hingga lima sampai tujuh tahun, atau bahkan tidak muncul.

Baca Juga: Berlebaran Asyik Menyantap Masakan Pedas, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh

Baca Juga: 5 Penyebab Kepala Pusing Setelah Makan, Salah Satunya Diabetes 

Gaya hidup yang dimaksud adalah pengaturan pola makan yang seimbang, meningkatkan aktivitas fisik/olahraga, menjaga berat badan, serta tekanan darah harus baik. (*)

#berantasstunting #hadapicorona