Find Us On Social Media :

Ingin Isolasi Mandiri, Pasien Virus Corona di RS Atlet Larikan Diri

RS Wisma Atlet Kemayoran. Seorang pasien positif virus corona kabur karena ingin lakukan isolasi mandiri.

GridHEALTH.id - Awalnya ketika Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian mulanya melaporkan perkembangan penanganan pandemi virus Corona di RSD Wisma Atlet. Data tersebut dihimpun Sabtu (25/07/20) per pukul 08.00 WIB.

Aris mengatakan sebanyak 1.597 pasien sedang menjalani rawat inap. Sebanyak 1.574 di antaranya positif Covid=19 dan 23 orang dengan kasus suspek.

Aris juga menjelaskan rekapitulasi pasien dari 23 Maret hingga 25 Juli 2020. Total pasien yang pernah menjalani perawatan sebanyak 7.964. Sebanyak 5.484 telah selesai menjalani perawatan, 5.294 dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Dari total pasien yang meninggalkan RSD Wisma Atlet itu, Aris menyebut satu orang kabur. Dia meninggalkan RSD masih terkonfirmasi positif Corona.

"Kabur, 1 orang (laki-laki/39 Tahun/Swab 1(+)/ Wiraswasta/ Tower A 1007)," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator operasional RSD Wisma Atlet Kol Ckm dokter Stevanus Doni mengatakan pasien tersebut bernama Suyanto (39). Ia mengatakan Suyanto awalnya meminta izin untuk melaksanakan isolasi mandiri.

Baca Juga: Takut Menulari Warga, Pak RT Gembok Rumah yang Dihuni Pasangan Penderita Covid-19

Baca Juga: Seorang Ibu Melahirkan Mengaku Baru Hamil 1 Jam, Ini Penyebab Terjadinya Cryptic Pregnancy

"Dengan berjalannya perawatan, Suyanto minta izin untuk melaksanakan isolasi mandiri," kata Kol Ckm dr Stevanus Doni dalam keterangan tertulis yang diterima GridHEALTH.id (26/07/20).

Dokter Doni menjelaskan, seharusnya ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi saat pasien  ingin melaksanakan isolasi mandiri. 

Syarat itu antara lain surat persetujuan dari dokter yang menangani hingga hasil penelusuran tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk mendapat persetujuan dari lingkungan tempat tinggal.

"Harus memenuhi kriteria, di antaranya administrasi persetujuan dari dokter yang menangani atau DPJP-nya (dokter penanggung jawab pasien), tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk dilakukan edukasi dan tim surveilans guna dilakukan penelusuran melalui Dinkes tempat domisili pasien untuk mendapatkan surat dari RT/RW tentang kesediaan warga setempat menerima kembali pasien dalam lingkungan tempat tinggal," ungkap dokter Doni.

Doni mengatakan sebenarnya persyaratan Suyanto untuk melaksanakan isolasi mandiri sedang diproses oleh pihak RSD Wisma Atlet. Namun Suyanto disebut tidak sabar dan pergi meninggalkan RSD Wisma Atlet karena ingin isolasi mandiri

"Berkaitan dengan Suyanto, sebenarnya si pasien sudah memberi tahu ke bagian keperawatan dan sedang diproses tentang administrasinya, namun karena ketidaktahuan pasien sehingga mereka tidak sabar menunggu proses administrasinya sehingga mereka meninggalkan rumah sakit," ujarnya.

Baca Juga: Boleh Dicoba, Diet Cabai Bantu Turunkan Berat Badan Agar Langsing

Baca Juga: Si Kecil Juga Bisa Kena Diabetes, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai

Dokter Doni mengatakan pihak rumah sakit pun langsung melakukan pengecekan dan mendapati Suyanto sudah pulang ke rumah. Dia menyebut saat ini Suyanto tengah mengajukan isolasi mandiri di RS Gading Pluit.

Dia mengatakan akibat ketidaktahuan prosedur rujukan itu maka Suyanto memilih mendahului ke luar rumah sakit pada 25 Juli 2020. 

Baca Juga: Steroid Prednison Sedang Diuji Untuk Mengobati Pasien Covid-19 Kritis

Baca Juga: Survei, Ternyata 80 % Orang Tidak Tahu Cara Mandi yang Bersih

Dokter Doni menjelaskan, prosedur pasien yang ingin isolasi mandiri di rumah atau dirujuk ke rumah sakit lain sebenarnya tidak sulit asalkan memenuhui semua persyaratan hingga izin isolasi mandiri di rumah atau rujukan ke rumah sakit lain keluar diterbitkan.(*)

#berantasstunting #hadapicorona