Find Us On Social Media :

Tak Suka Susu Sapi? Ini Pilihan Jenis Lainnya di Masa Kehamilan

Protein susu memiliki kesembilan asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup ibu dan bayi dalam kandungannya.

GridHEALTH.id - Susu adalah bagian penting dari pola diet yang seimbang, terutama selama masa kehamilan.

Seorang ibu yang doyan jenis susu apapun tentunya tak ada masalah mengonsumsi hampir dua hingga tiga porsi susu sehari.

Hal ini membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu serta janin yang sedang berkembang.

Protein susu memiliki kesembilan asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan kelangsungan hidup ibu dan bayi dalam kandungannya.

Baca Juga: Jadi Sumber Antioksidan dalam ASI, Ini Manfaat Lainnya dari Vitamin C Bagi Ibu Menyusui

Namun, ada juga ibu hamil yang pada dasarnya sejak awal memang mempunyai intoleransi terhadap laktosa, sehingga harus menghindari susu sapi.

Dilansir dari mayoclinic.org dalam artikel 'Lactose intolerance', tanda dan gejala intoleransi laktosa biasanya dimulai dari 30 menit hingga dua jam setelah makan atau minum makanan yang mengandung laktosa.

Tanda dan gejala umum meliputi:

- Diare.

- Mual, dan terkadang, muntah.

- Keram perut.

- Kembung.

- Gas.

Baca Juga: Aneka Makanan dan Minuman Untuk Dikonsumsi Agar Sukses Menyusui

Namun bagi ibu hamil yang tidak cocok minum susu hamil karena berbagai alasan, kita tetap bisa mendapatkan nutrisi penting saat mengandung lewat berbagai cara lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang kesulitan mencerna laktosa (gula dalam susu) dapat mentolerir setidaknya 1 cangkir susu pada waktu makan.

Bagi kita yang tidak ingin mengonsumsi susu ibu hamil dengan bahan dasar susu sapi, terdapat pilihan lain yang lebih aman, seperti berikut ini yang dilansir dari momjunction.com dalam artikel 'Milk During Pregnancy: Which Type Is Best For You And Why?' (07/02/20).

1. Susu kambing

Tidak lebih populer dari susu sapi, susu kambing tak kalah memiliki gizi tinggi. Susu kambing memiliki rasa yang tidak biasa dan tersedia sebagai susu segar dan susu UHT (diproses dengan suhu sangat tinggi).

Dibandingkan dengan susu sapi, susu kambing memiliki kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi, kalori yang tinggi, dan butiran lemak mentega yang lebih kecil, serta jumlah vitamin B2 yang lebih tinggi.

Susu kambing memiliki lebih banyak asam lemak esensial seperti asam linoleat dan asam arakidonat, dan asam lemak rantai menengah daripada susu sapi.

Baca Juga: Dua Minggu Rutin Minum Susu Kunyit, Wanita Ini Terkejut Sakit Menahunnya Bisa Berkurang

Kandungan vitamin A yang tinggi langsung diserap tubuh. Susu ini juga mengandung vitamin B2 dalam jumlah yang baik yang merangsang produksi antibodi, sehingga menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat. Satu cangkir susu kambing utuh memberikan 134mg kalsium.

2. Susu kedelai

Susu ini diperoleh dengan menggiling kedelai yang direndam air. Tersedia dalam varietas bebas lemak, utuh, dan rasa, susu kedelai juga diperkaya dengan serat atau kalsium.

Susu kedelai mengandung protein yang hampir sama dengan susu sapi. Susu ini bebas kolesterol dan memasok kalsium dalam jumlah yang baik untuk janin dan ibu.

Segelas susu kedelai menawarkan kalsium sebanyak 300mg. Kandungan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda mungkin dapat membantu melawan penyakit kardiovaskular. Ia juga memiliki antioksidan yang dapat membantu melawan kanker dan efeknya.

3. Susu beras

Susu ini disiapkan dengan mencampurkan nasi dengan air. Susu beras tersedia dalam varietas yang diperkaya skim, berasa, kalsium atau protein.

Susu beras mengandung karbohidrat empat kali lebih banyak daripada susu sapi dan tidak ideal untuk wanita penderita diabetes. Susu beras mengandung vitamin B tingkat tinggi dan memiliki kandungan rendah lemak.

Diperkaya dengan kalsium, rendah protein dan tinggi antioksidan. Satu cangkir susu beras dapat menyediakan 118mg kalsium.

4. Susu almond

Susu almond menjadi alternatif terbaik terutama bagi mereka yang tidak toleran terhadap laktosa atau kedelai. Itu dibuat dari kacang almond dan air yang dihaluskan.

Baca Juga: Pertarungan Susu, Susu Murni Ataukah Skim, Mana yang Lebih Baik?

Ini bebas kolesterol dan lemak jenuh. Satu cangkir susu beras diketahui menyediakan 197mg kalsium. Kaya serat, asam folat, vitamin B dan E, protein, kalsium, dan zat besi.

Rendah kalori dan mengandung antioksidan yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Susu gandum

Kandungan serat yang tinggi pada susu oat bisa mencegah sembelit saat hamil. Ini mungkin juga membantu mengendalikan keinginan makan, memantau kadar gula dalam darah, dan membantu mengangkut oksigen ke sel.

Serat makanan utama yang dimiliki susu oat adalah beta-glukan. Beta-glukan diyakini memiliki sifat nutraceutical yang membantu menjaga kadar glukosa darah.

Susu ini juga dikenal memiliki efek hipokolesterolemik. Kaya vitamin A dan B, dan beberapa mineral seperti kalium, mangan, dan fosfor. Kandungan protein lebih banyak dari susu almond atau beras tetapi lebih sedikit dari susu sapi.