Find Us On Social Media :

Deteksi Dini Kanker Prostat, Kanker Paling Sering Dialami Pria

Deteksi dini kanker prostat membantu harapan hidup pasien.

GridHEALTH.id - Kanker prostat adalah kanker pada pria yang berkembang di dalam kelenjar prostat (kelenjar yang  turut  berperan  dalam pembentukan  cairan  ejakulasi)  yang  umumnya  ditandai  dengan gangguan  buang  air  kecil.

Belum  begitu  jelas  apa  yang  menyebabkan  kanker  prostat.  Terbentuknya  kanker  prostat dimulai  ketika  sel-sel  di  prostat  mengalami  perubahan  dalam  DNA  mereka. 

DNA  sel  berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Perubahan tersebut memberi tahu sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Sel abnormal itu pun terus hidup,  ketika  sel  lain  mati.

Sel  abnormal  yang  terakumulasi  membentuk  tumor  yang  dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di sekitarnya. Pada akhirnya, beberapa sel abnormal dapat  menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya.

Kanker  prostat  yang  terdeteksi  sejak  dini,  ketika  masih  terbatas pada kelenjar prostat, memiliki luaran  terbaik untuk angka harapan hidup.

Baca Juga: Kanker Prostat Salah Satu Kanker Terbanyak Pada Pria, Kenali Gejalanya

Baca Juga: Masih Jadi Pertanyaan Awam, Perlukah Menyikat Gigi Setelah Sarapan?

Strategi pengobatan terintegrasi, yang menggabungkan terapi lokal dan sistemik, dapat bermanfaat dalam penanganan kanker prostat.

Namun, pemilihan strategi pengobatan bergantung pada banyak faktor, seperti preferensi pasien, dan aspek kualitas hidup.

Di Indonesia, deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal, dilihat dari seringnya ditemukan pasien datang pertama kali sudah dalam stadium lanjut.

Permasalahan ini terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit kanker prostat dan kesadaran akan  pentingnya  pemeriksaan  diri,  terutama  pada  populasi  resiko  tinggi  (yang  memiliki riwayat  kanker  prostat  di  keluarga). 

Hal  tersebut  sangat  disayangkan,  karena  jika  penyakit tersebut dideteksi pada stadium awal, tingkat keberhasilan pengobatan akan lebih tinggi.

Mengingat  pentingnya  edukasi  tentang  kanker  prostat  di  Indonesia,  maka  panitia  Prostate Cancer  Awareness  Month  dari  FKUI-RSCM-RSUI  serta  didukung  PT  Astellas  menginisiasi  gerakan #kenaliprostatmu untuk mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pentingnya deteksi dini serta langkah-langkah yang harus dilakukan.

Tujuannya untuk dapat  meningkatkan  harapan  hidup  pasien  kanker  prostat  serta  untuk  mengedukasi  awam  agar semakin  banyak  masyarakat  terutama  pria  yang  semakin  paham  dan  mau  memeriksakan kesehatan prostatnya.

Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U (K), Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM dalam sambutannya pada Virtual Media Briefing (07/09/2021) mengatakan, bahwa sangat disayangkan karena sebagian besar pasien didiagnosis  ketika sudah pada stadium lanjut.

Baca Juga: 6 Tips Mudah dan Murah Untuk Mencegah Penyakit Infeksi Tenggorokan

Baca Juga: Membersihkan Organ Intim di Masa Menstruasi Perlu Lebih Teliti, Ini Alasannya

Ia menambahkan, “Deteksi dini pada kanker prostat dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu anamnesa dengan melihat riwayat medis dari pasien dan juga keluarganya."

Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik seperti misalnya Digital Rectal Exam (DRE) atau colok dubur untuk menilai dan melihat ukuran prostat, konsistensi, bentuk, serta ada atau tidaknya abnormalitas bentukpada  prostat,  dan  juga  dapat  dilakukan  pemeriksaan  lab  dengan  melakukan  pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA). 

“Prostate Spesific Antigen (PSA) merupakan pemeriksaan  darah  yang  penting pada  skrining kanker prostat dengan nilai sensitivitas sebesar 21% dan nilai spesifisitas sebesar 91%.

Nilai ini dapat meningkat apabila terdapat pembesaran pada prostat jinak, prostatitis, dan kondisi jinak lainnya.

Seseorang  dikatakan memiliki risiko kanker  prostat yang  rendah apabila mendapatkan nilai PSA dibawah 4 ng/ml. risiko terkena kanker prostat akan meningkat seiring dengan peningkatan nilai PSA.

Skrining untuk kanker prostat dapat mulai dilakukan bagi pria berusia di atas 45 tahun dengan riwayat kanker prostat pada keluarganya dan pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki keluhan gangguan berkemih,” ujarnya.

Setelah melakukan diagnosis pada pasien, pasien yang terdiagnosis mengidap kanker prostat harus menjalani beberapa terapi tergantung pada stadium apa kanker ini terdiagnosis.

Baca Juga: Sleep Apnea Pada Anak Berisiko Munculkan Gangguan Jantung Saat Dewasa

Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Tak Sekadar Niat Tapi Lakukan Hal Ini!

Pada kanker prostat stadium rendah dapat dilakukan  pemantauan ketat, operasi dan radioterapi.

Untuk kasus kanker prostat stadium lanjut yang terlokalisir akan dilakukan radioterapi pada pasien.  Sedangkan  untuk  kasus  kanker  prostat  yang  sudah  menyebar,  dilakukan  terapi hormonal  dan  juga  kemoterapi. 

Agar  menurunkan  risiko  kanker  prostat,  masyarakat  dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti dengan melakukan diet sehat tinggi buah dan sayuran.

Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Mengapa Orang Sering Merasa Lapar di Tengah Malam dan Cara Menghilangkan Keinginan Ini

Baca Juga:  Mandi Air Hangat Bantu Turunkan Kolesterol dan Kadar Gula Darah

Serta memilih makanan sehat dibandingkan supplemen, melakukan olahraga secukupnya,  menjaga  berat  badan,  dan  dengan  melakukan  konsultasi  dengan  dokter. (*)\

#berantasstunting #hadapicorona #bijakGGL