Find Us On Social Media :

Berlebaran Aman Bagi Pasien Gangguan Ginjal, Hindari 10 Makanan Ini

Hindari menu lebaran yang menggunakan daging yang diawetkan seperti sosis, atau daging kemasan lainnya.

GridHEALTH.id - Salah satu penyakit yang dapat memicu gagal ginjal adalah diabetes. Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang ada di ginjal. A

kibatnya, sekitar 1 dari 3 orang dewasa penderita diabetes juga menderita penyakit gagal ginjal.

Diet penyakit ginjal dan diabetes bervariasi berdasarkan stadium penyakit ginjal.

Tujuannya untuk mencegah penumpukan berbagai bahan kimia, nutrisi, dan produk limbah dalam darah guna menjaga fungsi ginjal. Orang dengan penyakit ginjal dan diabetes harus memantau asupan gula, natrium, kalium, dan fosfor.

Uumumnya, orang dengan penyakit ginjal sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari masing-masing 2.000 mg natrium dan kalium per hari dan tidak lebih dari 800–1.000 mg fosfor per hari.

Sebagai perbandingan, orang dengan ginjal yang sehat dapat memiliki hingga 4.700 mg kalium, 2.300 mg natrium, dan 1.250 mg fosfor per hari.

Orang dengan penyakit ginjal juga harus memantau asupan protein karena ginjal mungkin kesulitan menyaring produk limbah dari metabolisme protein.

Di sisi lain, penelitian lain berjudul “Dietary protein intake and chronic kidney disease” mengungkapkan bahwa orang dengan penyakit ginjal stadium akhir mungkin membutuhkan lebih banyak protein.

Kebutuhan nutrisi bagi penderita penyakit ginjal berbeda-beda tergantung seberapa parah penyakitnya.

Baca Juga: Menu Sahur Untuk Penderita Gangguan Ginjal Perlu Rendah Garam

Baca Juga: Pijat Sensual Sebagai Pemanasan Sebelum Berhubungan Intim, Hindari Lakukan 5 Hal Ini

Tetapi untuk amannya, di saat berlebaran nanti, untuk mencegah gangguan ginjal semakin berat, ada baiknya kita membatasi makanan-makanan ini waktu kumpul bersama;

1. Daging olahan

Daging olahan dibuat dengan cara mengeringkan, mengasinkan, mengawetkan, atau mengasapi daging untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan umur simpannya.

Bacon, daging deli, sosis, dan dendeng adalah beberapa jenis daging olahan yang umum dijumpai. Karena proses pengasinan, daging olahan biasanya memiliki kandungan natrium yang tinggi.

Misalnya, porsi bacon standar 3 ons (85 gram) mengandung 1.430 mg natrium, yang hampir 75% dari kebutuhan natrium harian penderita gagal ginjal.

Makanan tinggi natrium tidak ideal untuk penderita penyakit ginjal dan diabetes karena kelebihan natrium dapat membebani ginjal secara signifikan.

Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh, sekitar jantung, dan paru-paru.

Saat lebaran, ambil lauk daging tanpa lemak tanpa kulit, seperti fillet dada ayam yang mengandung lebih sedikit natrium. Namun, seperti semua makanan kaya protein, makanlah dalam jumlah tertentu, sesuai yang direkomendasikan dokter.

2. Minuman bersoda

Baca Juga: Healthy Move, 5 Penyebab Sakit Kepala Usai Berolahraga dan Cara Mengatasinya

Baca Juga: Berbuka Masih Lama, Begini Cara Jitu Menahan Lapar di Bulan Puasa

Soda mengandung fosfor, yang digunakan untuk mencegah perubahan warna, memperpanjang umur simpan, dan menambah rasa.

Kebanyakan soda mengandung 90-180 mg fosfor per 12-ons (355-mL) porsi. Ginjal yang sehat dapat dengan mudah menghilangkan kelebihan fosfor dari darah, tetapi tidak bagi penderita gagal ginjal.

Memiliki kadar fosfor dalam darah yang tinggi dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, melemahkan tulang, dan meningkatkan risiko kematian dini.

Selain itu, soda dan minuman manis lainnya juga tinggi gula tambahan. Minuman ini tentunya tidak ideal untuk penderita diabetes karena tubuh mereka tidak dapat mengatur kadar gula darah secara benar.

Memiliki kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak saraf, semakin merusak ginjal, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pilih minumam rendah gula dan fosfor seperti air, teh tanpa pemanis, atau air putih ditambahi irisan buah-buahan.

3. Buah-buahan berkalium tinggi

Secara umum, buah-buahan kaya akan vitamin dan mineral. Namun, penderita penyakit ginjal dan diabetes mungkin perlu membatasi asupan buah-buahan tertentu, terutama yang mengandung gula dan mineral potasium tinggi.

Penderita gagal ginjal tidak dapat mengeluarkan kalium secara benar sehingga menyebabkan peningkatan kalium dalam darah. Kondisi ini biasanya disebut sebagai hiperkalemia.

Baca Juga: Label Kemasan Bantu Penyandang Obesitas Menemukan Makanan yang Tepat

Baca Juga: Favorit Para Penyandang Diabetes, Benarkah Pemanis Buatan Bisa Timbulkan Kanker? Ini Faktanya

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan otot, gangguan jantung, bahkan kematian.

Beberapa buah yang mengandung kalium tinggi antara lain pisang, alpukat, aprikot, buah kiwi, dan jeruk.

Namun, ada beberapa buah rendah kalium yang bisa dikonsumsi, antara lain nanas, mangga, anggur, apel, dan lai sebagainya.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan tidak cocok bagi penderita gagal ginjal dan diabetes karena kandungan fosfornya yang sangat tinggi.

5. Makanan dalam kemasan dan makanan instan

Makanan ini harus dihindari oleh penderita gagal ginjal dan diabetes. Beberapa contoh makanan tersebut adalah mie instan, makanan kaleng, makanan beku, dan lainnya.

Makanan ini juga banyak diproses dan sering kali tinggi karbohidrat olahan yang dicerna secara cepat dan cenderung meningkatkan kadar gula darah.

Oleh karena itu, jenis makanan ini tidak ideal bagi penderita diabetes.

Baca Juga: Tips Tentang Kebersihan Mulut Saat Berpuasa, dari Sahur Hingga Berbuka

Baca Juga: 5 Aplikasi Yoga Gratis Bimbingan Ahli, Pantas Dicoba Sendiri di Rumah

6. Jus buah

Penderita gagal ginjal dan diabetes harus menghindari jus buah dan minuman manis lainnya.

Minuman ini cenderung tinggi gula tambahan yang dapat menyebabkan lonjakan secara cepat gula darah.

Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena diabetes memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap gula secara benar.

Di samping itu, kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Jus buah tertentu juga mengandung mineral tinggi seperti kalium. Misalnya, satu cangkir (240 mL) jus jeruk mengandung sekitar 443 mg potasium.

7. Sayuran berwarna hijau

Berbagai sayuran berdaun hijau, seperti bayam, lobak, dan bit hijau, mengandung banyak nutrisi seperti kalium.

Aatu cangkir (30–38 gram) sayuran mentah mengandung 136–290 mg potasium. Meskipun sayuran akan menyusut ke ukuran yang jauh lebih kecil ketika dimasak, sayuran tersebut masih mengandung jumlah kalium yang sama.

Baca Juga: 4 Metode Pengobatan Penyakit Peyronie, Penis Bengkok Saat Ereksi

Baca Juga: WHO Selidiki Efek Samping Langka Vaksin Pfizer Covid-19, 80% Penerima Mengeluh Gangguan Telinga 

Bayam, bit hijau, lobak, dan sayuran berwarna hijau lainnya juga tinggi asam oksalat. Senyawa ini merupakan senyawa organik yang dapat membentuk batu ginjal pada orang yang rentan.

8. Kentang dan ubi jalar

Keduanya mengandung kalium tinggi, maka harus dihindari oleh penderita gagal ginjal,terutama bila kondisinya sudah dalam tahap lanjut.

Namun, kentang dan ubi jalar bisa direndam atau dicuci untuk mengurangi kandungan kaliumnya secara signifikan.

Teknik lain, merebus kentang kecil selama setidaknya 10 menit mengurangi kandungan kaliumnya sekitar 50%.

Atau merendam kentang setelah memasaknya mengurangi kandungan kalium sebanyak 70 % sehingga menghasilkan kadar kalium yang sesuai untuk penderita penyakit ginjal.

Meskipun metode ini dapat menurunkan kandungan kalium, kentang dan ubi jalar masih tinggi karbohidrat. Jadi, sebaiknya penderita gagal ginjal dan diabetes membatasi konsumsi dua jenis makanan ini.

9. Makanan ringan

Camilan ringan seperti keripik, biskuit, dan pretzel biasanya tinggi garam dan karbohidrat olahan sehingga tidak cocok untuk penderita gagal ginjal dan diabetes.

Baca Juga: Healthy Move, Olahraga yang Dapat Dilakukan Setelah Berbuka Puasa

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Vaksin Influenza Kita Perlukan Setiap Tahun

Beberapa makanan ringan, seperti keripik kentang, juga tinggi mineral lain, seperti kalium atau fosfor.

10. Buah yang dikeringkan

Buah kering dibuat dengan menghilangkan air dari buah melalui berbagai proses. Proses ini menciptakan buah-buahan kecil dan padat yang kaya energi dan nutrisi.

Buah kering tidak ideal untuk penderita gagal ginjal dan diabetes karena tinggi gula dan mineral seperti kalium.

Selain itu, buah kering kaya akan gula yang cepat dicerna, yang tidak cocok untuk penyandang  diabetes. (*)